Friday, December 11, 2020

Hidup sebagai Penumpang

Kehidupan dunia ini diibaratkan seolah-olah kita sedang melakukan perjalanan mengendarai BUS. Sang sopir menghidupkan lampu sen, tanda bahwa mobil akan berhenti. Setelah itu sang Sopir menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh penumpang bus.

Dunia hanya  Persinggahan Sementara (aktualitas.id)

"Wahai para penumpang, kita sekarang berhenti disebuah kota persinggahan. Selama di Kota ini, kita akan beristirahat sejenak hanya sekedar melepas lelah dan menambah bekal di perjalanan. Namun, sebelum kalian keluar. Kami mohon kalian semua mendengar dengan baik pesan kami ini.

Pertama, kota ini hanya kota persinggahan. Kota impian yang akan kita tuju bukanlah disini tempatnya. Kota yang penuh dengan berbagai sejuta keindahan dan kenikmatan itu masih sangat jauh dan membutuhkan perjalan berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan.

Kedua, selama di kota ini kalian juga akan memperoleh berbagai fasilitas yang hanya boleh diambil dengan bayaran yg seadanya. Apa yang kalian beli, jadikan itu sebagai bekal untuk melanjutkan perjalanan. Ambillah secukupnya, sebab jika kalian berlebihan akan mengikuti perjalanan kalian sendiri.

Ketiga, karena di Bus ini setiap penumpang bebas tempat duduknya, maka siapa yang segera kembali ke dalam kapal ini, dia berhal mengambil kursi yang terbaik. Sedangkan bagi yang terlambat pastinya tidak akan memperoleh tempat yang paling belakang.

Keempat, waktu yang kalian miliki di kota ini hanya satu jam, tidak lebih sedikit pun. Setelah itu Bus akan segera berangkat kembali. Tidak ada toleransi bagi yang masih ada di kota, kecuali dia akan tertinggal.

Kelima, kota ini juga terdapat beberapa fasilitas yang hampir serupa dengan yang ada di kota impian. Akan tetapi, seluruh fasilitas kota ini tidak sebanding dengan kota yang menjadi tujuan akhir perjalan ini. 

Keenam, Kota ini banyak mafia dan penjahat yang sewaktu waktu bisa berbuat kejam kepada siapa saja yang lemah atau lengah. Ada yang berpakaian rapi dan sopan namun sebenarnya adalah penipu. Oleh karena itu, kalian harus berhati-hati terhadap mereka. Jangan kalian mudah percaya oleh bujuk rayu dan tipuan mereka. Disamping banyak penjahat, adapula pedagang-pedagang yang curang dan licik. Tak jarang mereka menjual barang palsu dan imitasi namun terlihat seperti asli. Oleh karena itu, jika kalian tidak memerlukan, jangan sekali-kali mendekatinya apalagi mencoba menawarnya.

Ketujuh, kota ini ada juga klinik dan fasilitas hiburan. Jika ada di antara kalian yang sakit, silahkan mendatangi klinik tersebut.  Ada juga pertunjukan dan atraksi yang membuat seseorang bisa terhibur. Namun jangan kalian lengah, ditengah-tengah penonton banyak juga pencopet dan orang-orang jahat yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. 

Kedelapan, Saya (Sopir) mengingat bahwa jatah duduk kalian terbatas. Kami mohon jangan ada yang membawa barang yang berlebihan. Sebab hal itu akan menyulitkan kalian sendiri dan menyulitkan perjalanan berikutnya.

Kesembilan, jarak antara perjalanan pertama sehingga ke kota ini belumlah seberapa jika dibandingkan jarak antara kota ini dengan kota tujuan kita. Selama perjalanan nanti kita akan melewati banyak rintangan dan hambatan. Namun, kalian tidak perlu khawatir jika kalian mau mematuhi rambu-rambu lalu lintas. InsyaAllah, Bus ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern sehingga bisa menanggulangi berbagai persoalan di tengah perjalanan.

Pahamilah, kehidupan di dunia sejatinya kita sedang berhenti di tempat persinggahan sementara.  Kita hanya diberi waktu sebentar untuk hidup di Dunia ini.

Sore hari ini tepatnya pada Hari Jum'at 11 Desember 2020 pukul 15.00 WIB (Western Indonesia Time), saya mendengar kabar bahwa Bapak yang sering jadi Imam di Masjid komplek perumahan telah Meninggal Dunia, dan seminggu yang lalu juga  Dosen saya selagus Ustadz di kampus juga telah berpulang kembali disisi Allah SWT.  Saya sudah dua kali dalam sebulan ini diingat oleh Allah SWT., bahwa Dunia ini hanya tempat sementara.  Allah SWT berfirman sebagai berikut:

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32).

Ketika mendapat peringatan itu, mari Segera lah Kawan.. ! Kita mulai dari detik, jam dan bulan ini. Sibukkan diri untuk memperbanyak bekal kita untuk dibawa ke tempat tujuan akhir kita. Hilangkan lah kesibukan yang tidak berfaedah yang membuat kita lalai dan lupa apa arti sebenarnya tujuan Allah SWT menghidupkan kita di Dunia ini.

#ChangeYourGoal #Lillah 



0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home