news.detik.com menerbitkan berita bahwa Pemerintah RI melaporkan ada 2.282 kasus positif Corona (COVID-19) baru hari ini. Humas BNPB mempub...

 news.detik.com menerbitkan berita bahwa Pemerintah RI melaporkan ada 2.282 kasus positif Corona (COVID-19) baru hari ini. Humas BNPB mempublikasikan data penyebaran COVID-19, Selasa (5/4/2022). Data-data kasus COVID-19 selalu diperbarui pada pukul 12.00 WIB per setiap hari.  Total kasus Corona yang berstatus positif menjadi 6.023.924 kasus. disamping itu, ada 5.783.299 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh dan 155.421 pasien yang dinyatakan meninggal dunia.  



  1. DKI Jakarta menjadi provinsi kasus terbanyak hari ini yaitu sebaran 568 kasus baru, 571 kasus sembuh, dan 5 kasus meninggal. 
  2. Aceh yaitu 12 kasus baru, 120 sembuh, dan 2 meninggal. 
  3.  Sumatera Utara yaitu 33 kasus baru, 105 sembuh, dan 6 meninggal. 
  4. Sumatera Barat yaitu 17 kasus baru, 164 sembuh, dan 4 meninggal. 
  5. Riau yaitu 32 kasus baru, 63 sembuh, dan 4 meninggal. 
  6.  Jambi yaitu 9 kasus baru, 20 sembuh, dan 0 meninggal. 
  7.  Sumatera Selatan yaitu 19 kasus baru, 180 sembuh, dan 0 meninggal. 
  8. Bengkulu yaitu 7 kasus baru, 27 sembuh, dan 0 meninggal. 
  9. Lampung yaitu 29 kasus baru, 105 sembuh, dan 3 meninggal. 
  10. Bangka Belitung yaitu 22 kasus baru, 72 sembuh, dan 2 meninggal. 
  11. Kepulauan Riau yaitu 23 kasus baru, 39 sembuh, dan 2 meninggal. 
  12. Jawa Barat (405 baru, 2.154 sembuh, 6 meninggal), 
  13. Jawa Tengah (288 baru, 1.219 sembuh, 5 meninggal),
  14. DI Yogyakarta (68 baru, 303 sembuh, 4 meninggal), 
  15.  Jawa Timur ( 165 baru, 240 sembuh, 16 meninggal), 
  16. Banten (280 baru, 665 sembuh, 1 meninggal), 
  17. Bali (43 baru, 69 sembuh, 1 meninggal), 
  18. Nusa Tenggara Barat (4 baru, 5 sembuh, 0 meninggal), 
  19. Nusa Tenggara Timur ( 64 baru, 176 sembuh, 0 meninggal), 
  20. Kalimantan Barat (34 baru, 69 sembuh, 0 meninggal), 
  21. Kalimantan Tengah (27 baru, 114 sembuh, 2 meninggal), 
  22. Kalimantan Selatan (7 baru, 14 sembuh, 0 meninggal), 
  23. Kalimantan Timur ( 36 baru, 64 sembuh, 2 meninggal),
  24. Kalimantan Utara (13 baru, 421 sembuh, 1 meninggal),
  25. Sulawesi Utara (8 baru, 3 sembuh, 0 meninggal).
  26. Sulawesi Tengah (29 baru, 100 sembuh, 2 meninggal),
  27. Sulawesi Selatan (17 baru, 54 sembuh, 0 meninggal),
  28. Sulawesi Tenggara (2 baru, 54 sembuh, 0 meninggal),
  29. Gorontalo (1 baru, 41 sembuh, 1 meninggal),
  30. Sulawesi Barat (3 baru, 4 sembuh, 0 meninggal),
  31. Maluku (2 baru, 0 sembuh, 1 meninggal),
  32. Maluku Utara (6 baru, 3 sembuh, 2 meninggal),
  33. Papua (6 baru, 0 sembuh, 0 meninggal),
  34. Papua Barat (3 baru, 2 sembuh, 0 meninggal).
Data-data diatas dikutip dari media detiknews oleh penerbit Haris Fadhil. Berdasarkan data-data diatas, dapat kita lihat Alhamduillah, Penyebaran kasus COVID-19 di negara Republik Indonesia (RI) sudah mulai berkurang, karena masyarakat selalu menataati protokol kesehatan, dan mengikuti semua program pemerintah dalam membrantas problematika COVID-19 seperti anjuran untuk Vaksinasi. 

#Covid-19 #teratasi #Indonesia #aman

  Antaranews.com pada hari Senin 4 April 2022 pukul 16.25 WIB menyatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengutarakan bahwa produ...

 Antaranews.com pada hari Senin 4 April 2022 pukul 16.25 WIB menyatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengutarakan bahwa produksi perikanan budidaya kembali bangkit dibandingkan dengan tahun lalu. Industri perikanan budidaya mulai meningkat ditandai dari permintaan pakan yang tinggi," ungkap Direktur Jendral Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu. Haeru Rahayu mengatakan bahwa produksi perikanan budidaya pada Januari sehingga April 2022 diperkirakan sebanyak 1,5 juta ton di seluruh wilayah Indonesia. Jenis-jenis hewan akuatik yang paling banyak dibudidaya yaitu nila, lele, mas, udang vaname, bandeng, dan patin. Stok perikanan budidaya dalam kondisi aman dalam memenuhi permintaan ikan di masyarakat selama bulan Ramadhan sampai Hari Raya Idul Fitri. Begitu pula ketersediaan ikan laut di gudang penyimpanan dingin di pelabuhan Indonesia dengan jumlah mencapai 2,9 juta ton, sementara prognosa permintaan ikan di masysarakat sebanyak 2,2 juta ton bulan April hingga Mei 2022." tambah Haeru Rahayu.

https://www.antaranews.com/berita/2800689/kkp-produksi-perikanan-tangkap-budidaya-kembali-menggeliat
m.antaranews.com
https://www.antaranews.com/berita/2800689/kkp-produksi-perikanan-tangkap-budidaya-kembali-menggeliat 

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus maju, dan membuka kerjasama, serta investasi mullti stakeholder dengan mitra pembangunan yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan, dan pembangunan perikanan budidaya di Indonesia. Target kurun Tiga sampai Empat tahun ke depan, perikanan budidaya akan dikembangkan berbasis komoditas unggulan. KKP telah merencanakan pengembangan budidaya perikanan dalam dua terobosan besar yaitu pertama Pengembangan perikanan budidaya dengan komoditas berorientasi ekspor " tegas Haeru pada acara kompetisi inovasi perikanan budidaya AgResult dan WWF indonesia diterbitkan pada media online m.antaranews.com pada tanggal 27 Januari 2022 pukul 11.15 WIB.

KKP mencatat data untuk kebutuhan ikan pada bulan April sebanyak 1,26 juta ton, dan Mei 1,38 juta ton, atau totalnya sebanyak 2,64 juta ton. Sementara prognosa ketersediaan ikan pada April sebanyak 1,4 juta ton, dan Mei 1,6 juta ton atau totalnya 2,99 juta ton, Oleh karena itu, ketersediaan ikan pada bulan April dan Mei atau selama Ramadhan hingga Idul Fitri surplus 0,22 juta ton.


 Kring, Kring, Kring... Nada sambung telpon masih berbunyi, kring, kring, kring .. Klek, Panggilan telpon akhirnya terhubung,. “Assalamu’a...

 Kring, Kring, Kring...

Nada sambung telpon masih berbunyi, kring, kring, kring .. Klek, Panggilan telpon akhirnya terhubung,. “Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarokatuh, iya dek..” Kata penerima panggilan. ‘Wa’alaikumussalam warahmatullahi Wabarokatuh, Kak.. Eh Loh.., Kakak sekarang lagi Ziarah ke Kuburan Ayah ya..?” Kata Saya ke Kakak. “Iya.., ini ada Abang dan Ibu juga.” Ungkap Kakak kepada saya. “Ada apa dek ?  tanya Kakak.., “Dek mau minta maaf lahir dan bathin sebelum puasa. Maksudnya lebih baik Video call aja langsung daripada lewat pesan.” Jawab saya ke Kakak. “Ooooh, iya dek... Kakak juga minta maaf ya.. Kakak kira tahu kami lagi Ziarah makanya video call Hahahaha” kata Kakak ke Saya. “Siapa Ka, ?” tanya Ibu yang lagi sibuk bersih-bersih kuburan Ayah. “Adek Bu..,” Jawab Kakak ke Ibu.. “Adek.., Ziarah online ya.. ?” Ibu lagi menggoda saya. “Eh,,. Iya Ibu...”          

Makam Ayah

                                            

Video call pun tetap berlangsung selama Kakak, Abang, dan Ibu berziarah ke Kuburan Ayah. Selain zirah ke kuburan Ayah,. Ibu, Kakak, dan Abang juga ziarah ke kuburan kakak tercinta kami. Kebetulan kami makamkan kakak dekat dengan Ayah satu wilayah TPU (Tempat Pemakaman Umum). Saya senang diberi kesempatan langsung  bisa berdo’a untuk Ayah dan Kakak walaupun Saya hanya bisa lewat telpon. Alhamdulillah a’lakulli hal ya Robb., Engkau berikan Ilmu Pengetahuan kepada Makhluk ciptaanMu untuk bisa membuat alat komunikasi yang canggih seperti saat ini. Dimana keluarga yang jauh bisa langsung berinteraksi langsung lewat panggilan Video call.

Makam Ani (Kakak)

Moment ini terjadi H-1 menjelang Bulan Puasa tepatnya tanggal 1 April 2022 pukul 17.32 WIB