Gulai daging sapi merupakan sajian lezat khas nusantara yang terbuat dari bahan daging sapi kemudian dimasak bersama bumbu rempah rempah. ...

Gulai daging sapi merupakan sajian lezat khas nusantara yang terbuat dari bahan daging sapi kemudian dimasak bersama bumbu rempah rempah.

Bahan:
- 1 kg Daging Sapi
- 1 kg Santan 
- 8 lembar daun jeruk
- 3 lembar daun salam
- 1 lembar daun kunyit
- 2 batang serai (digeprek)

Bumbu halus:
- 1 ons bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 4 jari lengkuas
- 2 jari Jahe
- 1 ruas jari Kunyit (seujung jari)
- 1 ons cabe rawit (jika suka pedas)

Cara membuatnya:
1. Daging sapi dicuci bersih. Sisihkan.,
2. Ungkap daging sapi dengan bawang merah dan putih (dua sendok makan). Setelah daging matang., matikan api kompor.
3. Selanjutnya tumiskan bumbu halus serta semua bahan lainnya seperti daun jeruk, daun salam, daun kunyit, serai. Setelah tercium aroma enak dan nikmat. Tambahkan sedikit air (dua gelas atau secukupnya).
4. Kemudian masukkan daging sapi, aduk aduk sampai merata lalu masukkan santan yang telah disediakan.
5. Tetap diAduk aduk agar santan tidak pecah dan tambahkan garam dan penyedap sesuai selera. Setelah rasa gulai daging sapi sudah enak dan nikmat dan santan tercampur rata serta mendidih secara merata. Terakhir matikan api kompor.
5. Gulai daging sapi siap dihidangkan.
Selamat mencoba ya :D



Asam Padeh merupakan masakan khas tradisional Minangkabau kemudian menyebar dikawasan Melayu memiliki cita rasa asam dan pedas. Bahan:...

Asam Padeh merupakan masakan khas tradisional Minangkabau kemudian menyebar dikawasan Melayu memiliki cita rasa asam dan pedas.

Bahan:
- 3 bagian kepala ikan patin
- 2 lembar daun salam
- 1 batang serai
- 1/2 helai daun Kunyit
- 3 buah asam kandis
- 4 gelas air (ukuran sedang) 
- 1 buah kentang (opsional)
- garam dan gula secukupnya

Bumbu halus:
- 25 buah cabe merah
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 ruas jari Jahe
- 2 ruas jari Lengkuas

Cara membuatnya:
1. Bersihkan kepala ikan patin. Sisihkan.
2. Tumiskan bumbu halus, daun kunyit, daun salam, asam kandis. Setelah tercium aroma nikmat dan enak.
3. Tambahkan air sedikit., Lalu masukkan kentang yang telah dipotong-potong. Aduk aduk hingga merata.
4. Setelah 2 menit., Masukkan Kepala ikan Patin ke dalam wajan dengan menambahkan air yang telah disediakan. Aduk aduk kembali hingga merata.
5. Kurang lebih 20 menit kepala patin dan kentang sudang matang (periksa kematangan dengan mengecek dagingnya). Jangan lupa tambahkan garam dan gula(atau penyedap) sesuai selera.
6.  Asam Padeh Kapalo patin siap dihidangkan.
Selamat mencoba :D


Urap adalah hidangan salad berupa sayuran yang dimasak yang dicampur kelapa parut yang dibumbui sebagai pemberi citarasa. Bahan: - 1 b...

Urap adalah hidangan salad berupa sayuran yang dimasak yang dicampur kelapa parut yang dibumbui sebagai pemberi citarasa.

Bahan:
- 1 buah Kelapa Parut (Putihnya)
- 1 ikat sayur pucuk ubi
- 10 buah kacang panjang
- 1/4 toge
- 4 buah mentimun
- 10 ekor ikan asin (*berdaging tebal)


Bumbu halus: setelah di gongseng
- 10 buah cabe merah
- 15 buah cabe rawit
- 8 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 ruas jari kencur

Cara membuat:
1. Rebus semua sayuran (pucuk ubi, kacang panjang dan toge), setelah matang sayur sayur tersebut dipotong-potong sesuai selera.
2. Goreng ikan asin hingga matang. Lalu mentimun dipotong-potong sesuai selera
2. Gongseng kelapa parut, bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit, kencur. Coba pegang kelapa parut yang telah digongseng, jika tidak dapat dipegang karena panas maka api kompor dimatikan.
3. Cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih dan kencur serta ikan asin digiling halus. Setelah semua halus tambahkan kelapa parut yang telah digongseng lalu digiling kembali. Setelah bumbu halus dan kelapa parut terguling secara merata.
4. Campurkan gilingan bumbu halus dengan kelapa parut ke dalam sayur sayur yang telah dipotong-potong. Aduk aduk secara merata lalu tambahkan sedikit minyak goreng secukupnya (kurang lebih 4-5 sendok makan) serta garam dan penyedap secukupnya. Cicipi rasanya setelah itu.
5. Urap sayur siap disajikan.



Selamat mencoba :)

Resep from Ibu ku Ikan Nila bakar dengan Teflon Bahan: - 1 ekor ikan Nila besar (700 g) - 1 lembar daun salam - 2 lembar daun jeruk ...

Resep from Ibu ku

Ikan Nila bakar dengan Teflon

Bahan:
- 1 ekor ikan Nila besar (700 g)
- 1 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- 1 buah jeruk nipis
- 1/2 lembar daun kunyit
- 1 batang serai (digeprek)
- Kelapa dan santan pekat secukupnya
(Kelapanya digiling)
- garam dan penyedap secukupnya

Bumbu halus:
- 8 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 2 ruas jari Jahe
- 1 ruas jari Kunyit
- 2 buah kemiri

Cara membuat:
1. Cuci bersih ikan, lalu beri perasan air jeruk nipis dan garam secukupnya. Diam selama 5 menit.
2. Masukkan ikan nila ke dalam wajan, kemudian lumuri ikan dengan bumbu halus, daun salam, daun jeruk, serai, dan kelapa yg telah digiling serta santan pekat tambah air setengah gelas kecil. Tambahkan garam dan penyedap sesuai dengan selera. 
3. Lalu Ungkap ikan nila sampai minyak dari santan keluar. Bumbu halus perlahan lahan letakan bagian atas ikan karena jika dibalikan tekstur dagingnya akan rusak (api kompor sedang). Jangan lupa cicipi rasa bumbunya.
4. kira-kira sekitar 20 menit setelah minyak santan keluar (api kompor sedang). Ikan tersebut disisihkan untuk di bakar.
5. Ikan nila dibakar dengan teflon. Setelah ikan dibakar. 
6. Ikan nila bakar siap disajikan.
Gambar. Ikan Nila Bakar


Bahan : - 1 ekor ikan patin - 2 buah wortel (dipotong-potong korek) - 1/2 ons buncis - 2 lembar daun salam - 1 lembar daun jeruk - 1 ...

Bahan :
- 1 ekor ikan patin
- 2 buah wortel (dipotong-potong korek)
- 1/2 ons buncis
- 2 lembar daun salam
- 1 lembar daun jeruk
- 1 batang serai (digeprek)
- 4 buah cabe merah (dipotong-potong serong)
- 800 ml air
- secukupnya garam
- secukupnya rayco ayam

Bumbu halus:
- 1/2 ons cabe rawit (jika pedas)
- 10 cm jahe
- 10 cm kunyit
- 8 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 buah kemiri

Cara membuat:
1. Cuci bersih ikan patin, kemudian ikan patin diberi perasan jeruk nipis dan garam.
2. Goreng ikan patin sampai warna daging kecoklatan (matang)
3. Tumiskan bumbu halus, serai, daun salam dan daun jeruk sampai tercium aroma enak dan nikmat.
4. Lalu tambahkan air sedikit kemudian masukkan wortel dan buncis, serta cabe merah. Aduk aduk merata lalu tambahkan air yang telah disediakan.
5. Setelah sayur sudah agak matang masukkan ikan patin yang telah digoreng ke dalam wajan. Lalu tambahkan garam dan penyedap sesuai selera.
6. Ikan patin siram sayur kuah kuning siap disajikan.


Gambar. Ikan Patin siram sayur kuah kuning

Bahan: - 1 ekor ayam boiler - 4 buah wortel sedang (dipotong-potong dadu atau sesuai selera) - 2 buah kentang berukuran besar (dipot...

Bahan:
- 1 ekor ayam boiler
- 4 buah wortel sedang (dipotong-potong dadu atau sesuai selera)
- 2 buah kentang berukuran besar (dipotong-potong)
- 3 helai bawang pray dan daun seledri (dipotong-potong tipis)
- garam secukupnya
- gula secukupnya

Bumbu soup:
- 4 buah kapulaga
- 3 cengkeh
- 2 batang kayu manis

Bumbu yang dihaluskan:
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1/4 sdt Ketumbar (seujung sendok teh)
- Merica (sesuai selera)
- 1/2 pala
- 3 cm jahe
- 5 cm kunyit 

Cara membuat:
1. Bumbu yang dihaluskan ditumis dengan sedikit minyak sampai harum. 
2. Setelah itu masukkan Ayam yang telah dipotong-potong kedalam tumisan dengan menambahkan sedikit air untuk membuat bumbu meresap ke ayam.
3.  Kemudian setelah agak 3-5 menit tambahkan air sampai ayam terendam sempurna.
4. Selanjutnya setelah air mendidih, masukkan kentang dan wortel kedalam wajan.
5. Terakhir setelah ayam, wortel dan kentang matang atau masak tambahkan garam dan gula sesuai selera.
6. Sup kuning Ayam siap disajikan.
Gambar. Sup kuning Ayam  



Bahan: - 3 ekor Ikan Nila - 3 biji cabe merah (dipotong-potong serong) - 150 ml air - 3 lembar daun salam - garam secukupnya - gula...

Bahan:
- 3 ekor Ikan Nila
- 3 biji cabe merah (dipotong-potong serong)
- 150 ml air
- 3 lembar daun salam
- garam secukupnya
- gula secukupnya (pengganti penyedap)
- bawang goreng

Bumbu yang dihaluskan:
- 6 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 cm kunyit (dibakar terlebih dahulu)
- 3 buah kemiri
- 10 biji cabe rawit (opsional jika mau pedas)

Bumbu yang digeprek:
- 5 cm lengkuas
- 1 batang serai

Cara membuat:
1. Ikan nila ditaburi jeruk nipis dan garam sedikit kemudian digoreng sehingga matang. Lalu angkat.
2. Selanjutnya Tumiskan bumbu yang dihaluskan dan digeprek serta daun salam dengan minyak secukupnya aduk aduk hingga tercium aroma.
3. Kemudian tambahkan air kedalam tumisan. Setelah agak mendidih masukkan ikan nila yang telah digoreng ke dalam wajan.
4. Terakhir sambal ikan nila saos kunyit tunggu sampai matang dengan menambahkan garam dan gula sesuai selera.
5. Sambal ikan nila saos kunyit siap disajikan dengan menaburi bawang goreng.
Gambar. Sambal Ikan Nila Saos Kunyit

Bahan: - 2 potong kepala ikan patin (dibelah menjadi dua) - 8 potong tempe (bisa diganti dengan kentang) - 1/2 ons cabe rawit (digep...

Bahan:
- 2 potong kepala ikan patin (dibelah menjadi dua)
- 8 potong tempe (bisa diganti dengan kentang)
- 1/2 ons cabe rawit (digeprek)
- 2 lembar daun salam
- 2 lembar daun jeruk
- 500 ml santan pekat
- 800 ml air
- 1 batang serai (digeprek)
- garam secukupnya
- gula secukupnya (pengganti penyedap)

Bahan yang dihaluskan:
- 6 siung bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 3 cm kunyit
- 5 cm jahe
- 5 cm lengkuas

Cara membuat:
1. Tumiskan bahan yang dihaluskan.
2. Setelah harum, tambahkan air, serai,daun salam & daun jeruk. Aduk aduk sampai rata.
3. Lalu setelah airnya mendidih., 
4. Masukkan kepala ikan. Aduk aduk perlahan sampai kepala ikan  agak matang.
5. Lalu tambahkan tempe dan santan, garam dan gula.
6. Kemudian aduk aduk perlahan kembali agar santannya tercampur rata.
7. Tunggu sampai 20 menit agar mendidih merata.
8. Gulai Patin Pacah Lado siap disajikan.
Gambar. Gulai Kepala Patin Pacah Lado

Cerita ini dibuat oleh Irene Radjiman Berikut cerita nya; Inara baru saja pulang dari sharing di sebuah kajian di kota B. Seperti bias...

Cerita ini dibuat oleh Irene Radjiman

Berikut cerita nya;

Inara baru saja pulang dari sharing di sebuah kajian di kota B. Seperti biasa ia selalu ditemani oleh suaminya. Dari kota B mereka akan pulang menuju kota S tempat mereka tinggal. Biasanya mereka melewati kota P, di mana Inara dan suami sering sekali melewati kota P dan mereka paham bila selepas maghrib akan ada banyak ukhti yang berpakaian minimalis dengan bedak tebal dan bibir merah merekah bak kelopak mawar, berjejer dipinggir jalan atau di warung kecil dengan cahaya lampu remang-remang. Mereka biasa melambaikan tangannya pada setiap mobil mewah yang melintas, atau motor yang mereka lihat hanya ditumpangi oleh seorang pria.

Yaaa kalian pasti tahu siapa para ukhti itu. Maaf jangan ada yang protes bila saya memilih menyebut mereka dengan sebutan "ukhti" sebab arti kata ukhti adalah "saudara perempuan" bukan ?

"Abi, bagaimana bila kali ini amplop dari kajian ini kita berikan pada salah satu ukhti yang biasa berdiri dipinggir jalan kota P nanti?" tanya Inara pada suaminya. Sang suami melambatkan laju mobilnya.

"Kenapa ummi memilih salah satu dari mereka ?" suaminya balas bertanya.

"Entahlah, bi, ummi tidak tahu kapan terakhir kali mereka memakan makanan halal. Jangan-jangan ada salah satu dari mereka yang sedang menafkahi anak yang sedang belajar agama."

"Bagaimana ummi bisa berpikir bahwa ada di antara mereka yang memberikan pendidikan agama untuk anak-anaknya ?"

"Sejahat-jahatnya mafia, dia akan pilihkan hal-hal baik untuk buah hatinya, bi. Sebab mereka manusia bukan iblis."

Sejurus suami Inara terdiam. Ada amplop berwarna coklat yang tergeletak di jok belakang. Inara sering sekali diundang di sebuah acara ataupun di sebuah kajian sebagai narasumber. Banyak yang memanggilnya ustadzah, namun Inara selalu klarifikasi "Saya bukan ustadzah." Ia lebih nyaman dipanggil dengan sebutan "mbak" atau "bunda".

Inara tidak pernah tahu, berapa isi amplop yang selalu diselipkan oleh panitia di setiap bingkisan yang selalu dibawakan untuknya. Inara dan suami sudah sepakat, tidak mau tahu jumlah nominalnya. Uang dari ummat akan kembali untuk ummat. Amplop itu biasanya akan diberikan pada siapa saja di mana hati Inara tergerak untuk memberikannya. Bisa diberikan untuk tukang becak, kuli panggul, pemulung, gepeng, siapa sajalah. Namun entah kali ini hati Inara tergerak untuk memberikannya pada salah satu ukhti yang berdiri di pinggir jalan sepanjang jalan kota P.

"Abi, tolong berhenti di sana, di tempat ukhti yang berdiri sendiri itu !" tunjuk Inara.

"Perempuan yang pakai baju merah itu ?"

"Iya."

Suami Inara menghentikan mobilnya tepat di hadapan wanita itu. Wanita itu reflek mendekat dan mengetuk kaca mobil. Kaca mobil dibuka. Wanita itu nampak terkejut melihat wanita bercadar berada di samping pria yang cukup terbilang tampan yang berekspresi lurus di belakang stir kemudi. Wanita itu tersenyum kikuk sambil surut beberapa langkah ke belakang. Inara mengambil amplop coklat di jok belakang. Inara turun dari mobil sambil tersenyum. Namun wanita itu tak melihat senyuman bibir Inara di balik cadar.

"Assalamualaikum, mbak." sapa Inara.

"Wa'alaikumussalam."wanita itu menjawab sambil menatap lekat Inara. Seolah bingung apa keperluan wanita bercadar itu pada dirinya.

"Maaf mbak, ini ada rejeki dari Allah. Saya tergerak untuk memberikannya pada mbak. Saya tidak tahu berapa nilai nominalnya, tapi saya berharap rizki ini akan membawa keberkahan bagi mbak sekeluarga. Mohon diterima ya mbak." Inara mengulurkan amplop coklat ke arah wanita itu. Wanita itu tidak segera menerimanya.

"Apa ini mbak ?" tanyanya pada Inara.

"Tadi saya baru mengisi kajian di kota B. Ini adalah amplop yang diberikan oleh panitia pada saya. Saya tidak pernah membuka ataupun menggunakan amplop ini, saya biasa memberikannya pada siapa saja melalui gerakan hati saya."

"Apakah mbak tahu siapa saya ?'

"Memangnya mbak siapa ?"

"Saya ini wanita jalang mbak. Begitulah sebutan yang disematkan orang-orang pada manusia seperti saya. Itu adalah uang dakwah, saya tidak pantas menerimanya. Bawa kembali saja uang itu." Bibir merah wanita itu bergetar saat menjawabnya.

"Saya juga bukan orang suci mbak. Apakah mbak pikir saya orang baik karena memberikan rizki ini pada mbak ? Saya ini sama dengan mbak. Di mana hati saya adalah milik Pencipta kita dan berada di dalam genggamanNYA. Saya juga tidak tahu, mengapa Sang Pemilik Hati saya mengarahkan saya pada mbak untuk memberikan amplop ini."

Wanita berbedak tebal itu terjongkok, menangis tergugu. Eye liner yang ia gunakan sampai luntur. Inara mendekat, merengkuh pundaknya. Diraihnya tangan wanita itu, digenggamkannya pada amplop coklat yang ia bawa."

"Semoga yang ada di dalam amplop ini bisa menjadi pintu rejeki yang barokah bagi mbak sekeluarga dan mengeluarkan mbak dari ketidakhalalan selama ini. Saya mohon pamit ya mbak. Assalamualaikum."

"Wa'alaikumussalam." Jawabnya masih dengan terisak.

Inara melangkah menuju mobilnya. Sekuat tenaga ia tahan tetesan embun hangat yang sudah menggenang pada telaga matanya.

*******

Namaku Amidah. Aku janda yang memiliki 4 orang anak. Aku terjebak sebagai kupu-kupu malam sebab dijual oleh suamiku yang sudah mabok judi dan miras. Namun akhirnya aku terbiasa dengan pekerjaan ini walau kini suamiku telah meninggal karena over dosis miras.

Walau aku pekerja haram, namun aku tak ingin anak-anakku kelak akan sebejat aku dan ayahnya. Walau banyak gunjingan tidak sedap dari tetangga sekitar, aku tetap ikut sertakan anak-anakku pada pengajian musholla di dekat kontrakanku. Anakku yang paling besar sudah kelas 6 SD, sudah bisa mengurus adik-adiknya bila kutinggal.

Sudah seminggu ini aku tidak menjumpai pelanggan satupun. Yah aku bukan PSK kelas kakap yang biasa dibayar puluhan juta per jam. Aku hanyalah PSK kelas teri yang hanya dibayar 100 - 200 ribu per malam. Bahkan bisa banting harga lebih murah bila sedang sepi pelanggan. Yah... segitulah harga tubuhku. Seminggu ini kami hanya makan nasi dan rebusan daun pepaya yang tumbuh subur di belakang kontrakanku.

Sore itu aku hanya memiliki selembar uang 20rb. Saat hendak berangkat mangkal seperti biasa, kulihat ada seorang anak bertubuh kurus dan kumal berlarian dikejar oleh 2 orang laki-laki dan perempuan. Anak itu kulihat bersembunyi di balik semak-semak. Tapi malang, bocah itu ketahuan. Si laki-laki yang mengejar, tanpa ampun menyeret bocah itu keluar dari semak-semak. Si wanita entah isteri laki-laki itu atau siapanya sudah siap hendak memukul bocah itu. Reflek aku berlari ke arah mereka.

"Stop ! ada apa ini !"

"Dia maling !" kata si laki-laki

"Iyaa... setan kecil ini sudah maling dagangan kami !" si wanita tak kalah sengit.

"Memangnya dia sudah maling apa ?" tanyaku.

"Heh setan maling keluarkan barang curianmu !" bentak si wanita. Dengan ketakutan bocah cilik itu mengeluarkan 2 bungkus makanan. Mungkin isinya nasi dan lauk.

"Nah ini ! saya lagi bungkusin nasi ini buat pesanan, baru ditinggal sebentar ke dalam sudah dimaling sama setan ini !" si wanita itu kembali menimpali.

"Maaf bu, adik saya lagi sakit di rumah, sudah 3 hari nggak ada makanan, saya cuma minta 2 bungkus buat kedua adik saya." kuperhatikan bocah itu. Sepertinya seumuran dengan anakku yang nomor 3. Aku tiba-tiba teringat anakku. Lalu kudekati wanita penjual nasi itu.

"Berapa harga 2 bungkus nasi itu ?"

"20 ribu !" Jawabnya ketus. Kuambil uang 20 ribu semata wayangku di balik dompet. Kuserahkan pada wanita penjual nasi itu. Akhirnya ia lepaskan bocah kurus kumal itu dengan kasar.

"Awas ya kalo kamu berani maling lagi !" Katanya mengancam, sambil berlalu.

"Terimakasih, tante." Kata bocah itu menunduk sambil terus mendekap 2 bungkus nasi yang ia dapat dari warung.

"Jangan mencuri lagi ya, dek. Semoga adikmu segera sembuh." Bocah itu mengangguk, kemudian berlari secepat kilat dari hadapanku.

Saat anak itu berlalu aku kembali melanjutkan langkahku. Kuhidupkan sebatang rokok untuk mengusir kegalauanku.

"Ya Tuhan, daun pepaya di belakang kontrakan sudah habis. Uang 20rb semata wayangku pun sudah tidak ada. Dengan apakah esok hari anak-anakku akan makan Tuhan ?! Mengapa setetes rizki harampun tak mudah kudapatkan ?"

Tiba-tiba mobil yang cukup mewah berhenti di hadapanku. Mataku berbinar penuh harapan. Aku langsung mendekat dan kuketuk kaca mobilnya. Saat kaca mobil itu terbuka langkahku langsung surut beberapa langkah ke belakang. Kulihat seorang pria tampan di balik kemudi, namun di sampingnya kulihat ada malaikat bercadar. Malaikat bercadar itu mengambil sesuatu di jok belakang mobil lalu keluar membawa amplop berwarna coklat. Amplop itu ia berikan padaku. Aku sempat menolak, sebab aku tahu itu adalah uang dakwah. Tanganku terlalu kotor untuk menerima amplop yang di dalamnya berisi infaq dari orang-orang beriman. Namun malaikat itu justru mengatakan sesuatu yang membuatku menangis tergugu.

"Saya juga bukan orang suci mbak. Apakah mbak pikir saya orang baik karena memberikan rizki ini pada mbak ? Saya ini sama dengan mbak. Di mana hati saya adalah milik pencipta kita dan berada di dalam genggamanNYA. Saya juga tidak tahu, mengapa sang pemilik hati saya mengarahkan saya pada mbak untuk memberikan amplop ini."

"Ya Tuhan... benarlah dia malaikat yang KAU kirim untuk menunjukkan betapa KAU sangat mencintaiku !"

Aku langsung bergegas pulang. Di dalam kamar kubuka isi amplop coklat itu. Kuhitung lembar demi lembar kertas berwarna merah itu. Li... lima... ju... juta.... !!! 5 JUTA !!! Seumur hidup aku belum pernah memegang uang cash sebanyak ini !!! Ya Allah !! benarkah ini !! Ampuni aku ya Allah !! Aku pendosa menjijikkan ini KAU beri tunai hanya karena kuberikan lembaran uang 20 ribu, satu-satunya lembaran yang kupunya di hari ini pada bocah kurus kumal itu. Ahh siapakah bocah kurus kumal itu? Aku juga tak tahu.

*****

Aku Muhammad Yahya. Usiaku 12 tahun. Sejak aku duduk di bangku kelas 4 SD aku sudah tahu apa yang dikerjakan oleh ayah dan ibuku. Sindiran tetangga sudah tidak asing lagi bagiku. Namun ibuku seperti tidak ingin kami tahu apa yang sudah ia lakukan bila pulang tengah malam. Ibu selalu berkata padaku, 
"Yahya mengajilah yang rajin. Allah Maha Penyayang. Do'akan ibu agar Allah mengasihani ibu yang bodoh ini. Ibu banyak salah pada Allah".
Aku hanya mengangguk. Dalam hati aku menangis. Setelah menidurkan adik-adikku, aku selalu melakukan sholat sunnah taubat dan witir. Aku minta Allah mengasihani ibu dan membukakan pintu ampunanNYA bagi ibu. Setelah itu aku membaca Qur'an sambil menunggu ibu pulang. Ibu tidak tahu kalau setiap bulan aku selalu khatamkan Al-Quran. Aku selalu menangis setiap kali membaca Qur'an dan membayangkan apa yang sedang ibu lakukan di luar sana untuk menghidupi kami berempat.

"Ya Allah kasihanilah ibuku, lindungilah ia selalu, bukakanlah pintu ampunanmu bagi seluruh dosa-dosanya."

Entah bagaimana cara Allah menjawab do'a - do'aku. Kini yang kutahu, ibu sudah tidak lagi mengenakan pakaian mini. Ia menggantinya dengan jilbab, walau belum sempurna. Sudah tak pernah lagi keluar malam dan aku sudah tidak pernah lagi melihat ibu merokok. Kini kami telah memiliki warung sembako. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa mengecap rizki halal. Ketika kutanya, dari manakah ibu dapatkan modal untuk membuka warung sembako?
Ibu menjawab, "Rizki halal dari langit yang dikirim melalui malaikat bercadar."

Gambar. Pinterest.at

Aku mengernyitkan kening.

"Iya benar, ibu sendiri tidak pernah tahu, seperti apakah wajah malaikat itu."

*********

Sore itu selepas ashar,
"Ustadzah Riska !" Inara memanggil dengan nada berbisik setengah berteriak. Ustadzah Riska menoleh.

"Aku Inara." Inara langsung mendekat.

"Oohh bunda Inara ! kok bisa ada di sini, habis dari mana ?"

"Aku mencari rumah wanita ini." Inara menunjuk foto seorang wanita di layar hp. Saat dulu Inara memberikan amplop coklat itu, suaminya sempat memotret dari dalam mobil tanpa sepengetahuan siapapun. Hanya Tuhan yang tahu.

"Ooohhh ini bu Amidah. Oohh jangan-jangan bunda adalah wanita bercadar yang dia ceritakan itu ?"

"Memangnya dia cerita apa pada ustadzah ?"

"Dia bercerita banyak, intinya dia minta pendapat saya, uang 5 juta itu baiknya digunakan untuk apa ? dia ingin mengakhiri dunia kelamnya. Saya sarankan untuk membuka warung sembako."

"Uang 5 juta ?" Inara mengulang.

"Iya bunda, isi amplop itu uang 5 juta."

"Kenapa bu Amidah minta pendapat pada ustadzah ?"

"Sebab anak-anak bu Amidah mengaji pada saya. Anaknya yang sulung juga pernah bercerita banyak hal tentang ibunya dan juga tentang uang dari langit yang diberikan oleh malaikat bercadar."

"Malaikat bercadar?"

"Iyaa, begitulah bu Amidah menyebut anti, bunda Inara. Oh ya sekarang bu Amidah telah mulai berjilbab bunda." Hati Inara tersentak. Ada yang melonjak di sudut hatinya. Matanya berkaca - kaca menatap lekat mata bening ustadzah Riska. Sore itu ustadzah Riska menceritakan banyak hal perihal bu Amidah dan Yahya. Sebelum berpamitan Inara berpesan sesuatu pada ustadzah Riska.

"Ustadzah, mohon rahasiakan identitas malaikat bercadar. Saya hanya ingin tahu bagaimana keadaan beliau saat ini. Namun informasi dari ustadzah sudah lebih dari cukup bagi saya. Mohon kiranya ustadzah berkenan meneruskan tangan saya untuk membimbing bu Amidah agar tidak kembali tergelincir ke lembah kelam."

"Baik bunda, insyaa Allah."

Dalam perjalanan pulang, Inara bergumam dalam hatinya,
"Ya Allah benarlah, ENGKAU memang membenci perbuatan dosa, namun ENGKAU tidak membenci pendosa. KAU selalu ulurkan tangan bagi mereka yang bersedia untuk KAU angkat."

Kita tidak pernah tahu ada tangisan apa di balik tawa. Kita juga tidak pernah tahu ada kebahagiaan apa di balik tangisan.

Barokallahu fiikum.

NB : Tak perlu bertanya ini nyata atau tidak. Anggap saja ini kisah fiksi. Bila ada kesamaan nama dan peristiwa itu hanyalah kebetulan saja.

Semoga bermanfaat..

Sang merah saga mulai menghiasi langit bumi., Sementara daratan bumi dipenuhi dg Hiruk pikuk kendaraan beroda dua dan empat di jalan babaka...

Sang merah saga mulai menghiasi langit bumi., Sementara daratan bumi dipenuhi dg Hiruk pikuk kendaraan beroda dua dan empat di jalan babakan raya Bogor.
Salah satu sudut bumi terlihat seorang ibu yang berjuang mencari nafkah sambil bersimpuh duduk untuk keluarganya di persimpangan jalan.

Hati ini bercampur aduk saat melihat separuh baya itu masih tetap mencari nafkah. Seharusnya saat ini dia tinggal menikmati masa tuanya dengan bermain dg cucu-cucu dari anak-anaknya. Ketika aku melihat Ibu itu, diri ini  teringat dengan sosok perempuan tangguh yg sekarang ini berada di kota Pekanbaru, Riau. Beliau adalah Ibuku. .
.
Ibu sosok wanita yang kuat dan tangguh yang aku kenal. Beliau berani melawan beratnya kehidupan setelah ayah meninggal sejak tahun 1996. Sebelumnya, Beliau hanya seorang Ibu rumah tangga. namun setelah ayah tiada, beliau berubah peran menjadi ibu single parent yg mengasuh dan membesarkan anak-anaknya hingga sukses menjadi sarjana.
.
.
Ibu saat ini tinggal duduk manis menikmati hasil yang beliau berikan kepada anak-anaknya. .
.
Aku teringat akan Firman Allah swt:
“ Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah (An-Nahl: 114)"
.
.
Sabda Rasulullah saw:
" Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah mengatakan, bahwa dunia itu laksana surga bagi orang kafir, dan penjara bagi orang mukmin (HR Muslim)."
.
.
Ibuku sudah merasakan nikmat yang telah beliau usahakan selama ini. Semoga ibu (yang terfoto diatas) ini  dan teruntuk semua ibu yang ada di Dunia ini, aku berharap semoga anda semua juga segera merasakan indahnya rezeki yg telah dia usahakan. Aamiin ya Robb.
.
Harapan ku: Semoga semua anak-anak di Dunia ini dpt membahagiakan Ibu-ibu mereka. .
We always love you Mom.

#sudutjalan#FotoNatural#Anak#Belajar#Indah#Pahit#Kehidupan#Dunia

 Saat ini dari awal bulan Januari 2020, kota Bogor sering hujan. Anda pasti sudah sering mendengar bahwa kota Bogor dikenal dengan sebutan...

 Saat ini dari awal bulan Januari 2020, kota Bogor sering hujan. Anda pasti sudah sering mendengar bahwa kota Bogor dikenal dengan sebutan kota Hujan.. Yahh, inilah yang menyebabkan kota ini memiliki sebutan sebagai kota hujan. Kota Bogor juga memiliki beberapa tempat wisata dan jajanan kuliner yang wajib dikunjungi wisatawan yang lagi singgah ke Bogor. Pada kesempatan ini saya akan memberikan beberapa menu jajanan disuatu jalan bagian Bogor yaitu Jalan SuryaKencana.

1. Minuman Bir Kotjok
Minuman ini dapat kalian nikmati di jalan suryakencana sebelum BTM Bogor. Minuman ini sudah dijual sejak tahun 1965. dari informan salah satu penjual Bir,. Bir kotjok tidak sering dijumpai jika berkunjung di Bogor. Kalian harus berkunjung dulu ke jalan suryakencana, baru kalian bisa menikmati bir ini. Bir ini mengandung 0% alkohol, so., jangan takut untuk menikmatinya. Bir ini dibuat dari bahan rempah-rempah asli dari indonesia yaitu Jahe dkk. Jika kalian meminumnya kerongkongan akan terasa hangat walaupun diseduh dengan batu es.

2. Soto Kuning Pak Yusup

Soto kuning Pak Yusup (YSP),. Saat saya melewati toko ini.. para penikmat soto YSP ini tidak mengenal usia (:D), mereka rela untuk mengantri panjang demi menikmati soto kuning ini... Saya dan teman yang dikejar dengan waktu harus kembali ke daerah Dramaga hanya bisa melihat-melihat aja dulu.. Mungkin lain kali, bisa menikmati soto kuning pak yusup. 

3. Kuliner Lainnya
     Anda juga bisa menemukan beberapa kuliner di jalan suryakencana. Anda bisa menikmati berbagai macam kuliner seperti Mie bakso Oman, Sate ayam madura, combro, dimsum, pempek, soto kuning berbagai versi nama dagang, cekue, kue talas ubi. Berikut saya beri gambaran kuliner lainnya yang ada di jalan suryakencana.
Mie bakso Oman, Pisang Goreng dan Sate Ayam Madura
Comro, Soto Toge Goreng, Dimsum, Pempek dan Cekue dan lain-lainnya.
Bika (Talas Ubi)




Samba Lado Ikan Bahan: Yang dihaluskan(digiling) - 1 ons cabe merah  - 6 siung bawang merah - 4 siung bawang putih Bahan: ...

Samba Lado Ikan

Bahan:
Yang dihaluskan(digiling)
- 1 ons cabe merah 
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih

Bahan:
- 2 ekor ikan kembung
- 3 lembar dau jeruk (potong2 halus)
- 1/2 siung bawang bombai
- 1 sdt Saori
- 1/2 sdt rayco
- 1/2 sdt garam 

Cara membuatnya:
1. Goreng ikan sampai matang
2. Tumiskan bahan halus+ bawang bombai dan daun jeruk, aduk aduk sampai tercium aroma. 
3. Kemudian tambahkan Saori, rayco dan garam. Aduk-aduk cabe sampai matang
4. Letakkan ikan yang telah di goreng di atas piring.
5. Selanjutnya, tambahkan cabe yang telah dimasak di atas ikan.
6. Samba Lado ikan siap disantap.
Gambar. Samba Lado Ikan

#SelamatMencoba


Gulai Kapalo Ikan Menu ini untuk 2 orang.  Bahan: - 1 ekor kepala ikan (belah dua) - 2 buah kentang (potong2 sesuai selera) - ...

Gulai Kapalo Ikan

Menu ini untuk 2 orang. 

Bahan:
- 1 ekor kepala ikan (belah dua)
- 2 buah kentang (potong2 sesuai selera)
- 2 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- 65 ml santan (saya pakai santan kara)
- 250 ml air
- 1 sdt garam 
- 1 sdt rayco (opsional jika suka pakai penyedap)

Bumbu halus:
- 8 cabe rawit (jika suka pedas)
- 5 cm lengkuas
- 3 cm Jahe
- 2 cm kunyit
- 4 siung bawang merah
- 2 siung bawang putih

Bahan yang digeprek:
- 1 btng serai

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus, serai, daun jeruk dan daun salam sehingga warnanya berubah kecoklatan atau tercium aroma.
2. Masukkan kentang kedalam bumbu yg telah ditumis. Aduk aduk kurang lebih 1 menit sampai tercampur rata.
3. Tambahkan 250 ml air , aduk kembali.
4. Masukan kelapa ikan dan sayur pucuk ubi kedalam wajan tersebut.
5. Aduk aduk kurang lebih 1 menit. Jika air sudah kelihatan mau mendidih.
6. Tambahkan 65 ml santan. Aduk aduk kembali. (*Aduk aduk jangan kuat atau ditekan nanti kepala ikannya bisa hancur)
7. Setelah santan mendidih, lihat apakah ikan kentang sdh matang. Jika telah matang, api kompor bisa dimatikan.
8. Gulai Kapalo ikan. Siap disajikan

*Selamat mencoba


Fish Head Curry


This menu is for two people.

Material:

- one fish head (split in half)

- two potatoes (cut according to taste)

- two orange leaves

- 2 bay leaves

- 65 ml coconut milk (I use coconut milk kara)

- 250 ml of water

- one teaspoon of salt

- 1 teaspoon rayco (optional if you like using a flavoring)



Ground spices:

- 8 cayenne pepper (if you like it spicy)

- 5 cm galangal

- 3 cm Ginger

- 2 cm turmeric

- 4 cloves of shallot

- 2 cloves of garlic

Material stroked:

- 1 lemongrass stick


How to make:

1. Saute ground spices, lemongrass, orange leaves and bay leaves so that the color turns brown or smells.

2. Enter the potatoes into the seasoning that has been sauteed. Stir for about 1 minute until evenly mixed.

3. Add 250 ml of water, stir again.

4. Put the coconut fish and sweet potato shoots into the pan.

5. Stir for about 1 minute. If the water seems to be boiling.

6. Add 65 ml of coconut milk. Stir again. (* Stir it, don't be strong or press it later, the fish head will break)

7. After the coconut milk boils, see if the potatoes are cooked. If cooked, the stove can be turned off.

8. Fish head curry. Ready to be served

*Good luck
Gambar. Gulai Kapalo Ikan Tongkol
Fig. Fish head curry